Pasar Nervous Besok Pencoblosan, Dolar Tutup Stagnan di Level Rp15.590

Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang pemilihan umum (pemilu) 2024 esok hari serta data inflasi AS nanti malam.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah ditutup stagnan 0% di angka Rp 15.590/US$. Posisi ini sama dengan penutupan perdagangan kemarin (12/2/2024)

Sementara DXY pada pukul 8.49 WIB melemah di angka 104,18 atau naik 0,01%. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan Senin (12/2/2024) yang berada di angka 104,17.

Sebagaimana diketahui, besok Rabu (14/2/2024) akan diselenggarakan Pemilu 2024 untuk memilih presiden dan legislatif. Agenda ini menjadi sentimen terpenting dan terbesar bagi pelaku pasar hari ini.

Pemilu sering kali menciptakan ketidakpastian politik, terutama jika hasilnya dianggap tidak dapat diprediksi. Investor mungkin menjadi lebih hati-hati dan cenderung mengambil sikap yang lebih defensif, sehingga dapat mempengaruhi pergerakan pasar.

Sekitar 204,8 juta warga Indonesia yang memenuhi syarat diperkirakan akan memilih presiden dan anggota legislatif periode 2024-2029. 

Dari sejumlah poling, Partai Gerindra dan PDI-Perjuangan akan saling sikut untuk menjadi pemenang Pemilu 2024. Persaingan antara kedua partai besar tersebut juga menarik karena masing-masing mengusung calon presiden yang berbeda. 

Pasar juga menanti apakah kedua partai akan berkoalisi atau memiliki tetap menjadi oposisi. 

Di sisi lain, pelaku pasar juga masih menunggu data inflasi AS yang akan dirilis malam ini. Hal ini menjadi penting karena erat kaitannya dengan kapan suku bunga AS dipangkas dan berujung pada nilai tukar rupiah.

Sebagai informasi, Indeks Harga Konsumen (IHK) atau data inflasi AS mencapai 3,4% secara tahunan atau year on year (yoy) pada Desember 2023, naik dari 3,1% pada November 2023. Secara bulanan (month to month/mtm), tingkat inflasi AS mencapai 0,3%, meningkat dari 0,1% pada bulan sebelumnya.

Pelaku pasar memperkirakan inflasi AS akan melandai tipis ke 2,9% pada Januari 2024. Jika perkiraan ini meleset maka dampaknya bisa besar kepada pasar keuangan dunia.

Besar harapan agar inflasi AS terus melandai dan sesuai ekspektasi agar pemangkasan suku bunga dapat segera dilakukan dan tekanan terhadap mata uang Garuda semakin minim.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


AS Tebar Ketakutan Bagi Pelaku Pasar, Rupiah Turun


(rev/rev) 

Updated: Februari 13, 2024 — 8:22 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *